Nasionalisme Tidak Boleh Luntur Oleh Popularitas Bendera Bajak Laut

-

Nasionalisme Tidak Boleh Luntur Oleh Popularitas Bendera Bajak Laut

Raja Ampat — Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, diwarnai oleh fenomena pengibaran bendera bergambar simbol bajak laut dari serial anime _One Piece_ di sejumlah daerah. Tren ini memicu perdebatan publik karena dianggap tidak sejalan dengan semangat nasionalisme dan nilai sakral bendera merah putih. Masyarakat pun diharapkan tetap menempatkan bendera nasional sebagai simbol utama persatuan bangsa.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Hj Meity Rahmati, menekankan pentingnya menjaga kesakralan bendera merah putih. Ia berharap masyarakat tidak menyandingkan bendera bajak laut dengan bendera kebangsaan, terlebih di bulan peringatan kemerdekaan.

“Saya tetap berpandangan apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita tidak akan mengurangi kesakralan bendera merah putih sebagai kebanggaan dan perwujudan rasa nasionalisme kita,” kata Meity.

Senada dengan itu, Anggota DPR RI Herman Khaeron juga menilai pengibaran bendera _One Piece_ tidak etis dan bertentangan dengan semangat patriotisme. Menurutnya, momentum kemerdekaan semestinya digunakan untuk memperkuat rasa cinta tanah air, bukan menghadirkan simbol fiksi yang justru menimbulkan polemik.

“Tidak etis, banyak kritik dan saran dituangkan dalam sesuatu yang lebih baik. Fenomena ini dan mengingatkan bahwa pemerintah tengah berupaya meningkatkan persatuan bangsa melalui berbagai program strategis,” ujar Herman.

Herman menyinggung program Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih sebagai contoh nyata upaya pemerintah dalam membangun kebersamaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih relevan dalam memperkuat nasionalisme dibanding tren pengibaran bendera fiksi.

“Kami jauhkan lah dari hal-hal yang tentu melakukan agitasi dan sebagainya dengan cara-cara yang tidak perlu,” imbuhnya.

Fenomena pengibaran bendera bajak laut ini menjadi refleksi penting bahwa nasionalisme harus terus dipupuk, terutama di era globalisasi dan derasnya arus budaya populer. Pemerintah bersama masyarakat diharapkan menjaga kesakralan bendera merah putih, yang menjadi identitas dan pemersatu bangsa. Dengan begitu, peringatan kemerdekaan tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga momentum memperkuat rasa cinta tanah air di tengah berbagai tantangan zaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Stories