Diplomasi Presiden Prabowo Perkuat Aliansi Strategis Indonesia di Kancah Global

-

Diplomasi Presiden Prabowo Perkuat Aliansi Strategis Indonesia di Kancah Global

Jakarta – Intensitas kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto dalam beberapa waktu terakhir dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional sekaligus menarik investasi asing ke dalam negeri.

 

 

 

Aktivitas diplomasi tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas aliansi strategis Indonesia di tengah persaingan global yang semakin dinamis.

 

 

 

Dalam sejumlah forum internasional, Presiden menegaskan bahwa Indonesia hadir sebagai negara dengan stabilitas politik yang terjaga, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta potensi besar pada sektor sumber daya alam, hilirisasi industri, energi terbarukan, dan pembangunan infrastruktur.

 

 

 

Dalam pertemuan bersama para menteri di Hambalang, Presiden kembali menekankan pentingnya diplomasi ekonomi yang berdaulat dan terarah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan Presiden agar setiap perundingan internasional dirancang untuk memberikan keuntungan optimal bagi Indonesia.

 

 

 

“Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” kata Teddy.

 

 

 

Presiden juga mengingatkan agar orientasi negosiasi tidak hanya berfokus pada kepentingan jangka pendek. Ia menekankan bahwa setiap perundingan harus memperkuat struktur ekonomi nasional.

 

 

 

“Perundingan harus meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat posisi Indonesia dalam global supply chain,” ujarnya.

 

 

 

Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

 

 

 

Pengamat hubungan internasional menilai kehadiran langsung kepala negara dalam forum global memberikan daya dorong diplomatik yang lebih kuat dibanding pertemuan teknis.

 

 

 

Seorang analis kebijakan luar negeri menyatakan jika diplomasi yang dilakukan Presiden bisa mempercepat negosiasi,

 

 

 

“Diplomasi tingkat presiden mempercepat proses negosiasi. Ini bukan hanya simbolik, tapi berpengaruh langsung pada kepercayaan investor.” Ucapnya.

 

 

 

Pandangan serupa disampaikan pemerhati isu kebangsaan, Andi Irwandi.

 

 

 

Ia menilai diplomasi aktif Presiden mencerminkan upaya mempertegas kembali posisi Indonesia sebagai kekuatan penting di kawasan dan dunia.

 

 

 

“Diplomasi ini bukan sekadar agenda luar negeri, tapi strategi kebangsaan. Ketika presiden hadir langsung membangun komunikasi dengan banyak negara, itu menunjukkan Indonesia percaya diri, mandiri, dan tidak terikat pada kepentingan satu blok kekuatan saja,” kata Andi.

 

 

 

Ia menambahkan jika investor melihat keseriusan dari komitmen Presiden.

 

 

 

“Investor melihat keseriusan itu dari komitmen pemimpin negaranya. Diplomasi aktif memberi sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk kerja sama yang saling menguntungkan.”

Related Stories