Tadarus Literasi AI di Ponpes Wali: Membangun Peradaban Digital dari Pesantren

-

Pondok Pesantren Wali (Wakaf Literasi Islam Indonesia) di Candirejo, Tuntang, Kabupaten Semarang, menjadi tuan rumah kegiatan Tadarus Literasi AI selama 2 pekan, mulai 1 hingga 15 Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan memahamkan para santri tentang kecerdasan buatan (AI) serta bahaya dan manfaatnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 75 santri, mahasiswa Ponpes Wali, dan puluhan aktifis mahasiswa dari UIN Salatiga ini menghadirkan narasumber-narasumber ahli, seperti Imam Prihandoko (Wartawan senior dan praktisi AI), Nafis Munandar (DPRD Kab Semarang), M Yasin Dahlan (Pengusaha dan Pakar IT), Andi Taru (Founder of Educa Studio), dan KH Anis Maftukhin (Pegiat Literasi Islam dan Pengasuh Ponpes Wali).

Antusiasme peserta sangat tinggi, dengan Fahri Ali, seorang santri, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kehidupan dan kebutuhan teman-teman sebagai gen Z. “Kami banyak mendapat informasi tentang apa dan bagaimana menggunakan AI untuk menambah ilmu dan mendorong inovasi kami. Keren banget, dan kami happy mengikutinya,” ujarnya.

Narasumber-narasumber juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Nafis Munandar mengatakan, “Kegiatan ini sangat inspiratif, kreatif, dan layak dicoba oleh lembaga-lembaga pendidikan lain.” M Yasin Dahlan menambahkan, “Pesantren Wali telah menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan literasi digital.”

Selain Tadarus Literasi AI, Pesantren Wali juga menyelenggarakan Workshop Literasi Digital untuk santri-santri SMP dan SMA. Kegiatan ini bertujuan membekali mereka dengan skill-skill yang dibutuhkan agar cerdas dalam berinternet dan terhindar dari kejahatan-kejahatan digital.

KH Anis Maftukhin, Pengasuh Ponpes Wali, mengatakan, “Kami berkomitmen untuk menjadi penggerak literasi Islam di Indonesia. Kami ingin santri-santri kami menjadi agen perubahan yang dapat memanfaatkan teknologi digital untuk kebaikan umat.”

Dengan kegiatan ini, Pesantren Wali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan literasi digital dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan.

Related Stories