Diskusi Majelis Nasional KAHMI, Bahas Capres yang Berpeluang Maju Dua Putaran
Keterangan foto: Saan Mustofa, Koordinator Bidang Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri/Presidium MN KAHMI menyampaikan kata pengantar dalam Diskusi bertajuk “Menimbang Capres-Cawapres Putaran 2 Pilpres 2024” digelar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam cq Bidang Kajian Politik & Bidang Kepemiluan, Jum’at 10 November 2023.
Jakarta – Potensi Pemilihan Presiden 2024 berlangsung satu putaran ramai dibicarakan. Potensi itu bisa saja terjadi. Sebagaimana halnya pada pemilu 2009 lalu. Namun begitu, potensi Pilpres 2024 berlangsung dua putaran juga ramai dibahas. Jokowi efek, juga disebut berpengaruh dalam pergeseran suara untuk mendongkrak suara Capres Cawapres.
Diskusi dipimpin oleh Ramdansyah Bakir pimpinan Rumah Demokrasi yang menjadi Ketua Bidang Kepemiluan MN KAHMI dalam pengantarnya menjelaskan, “Isu dua putaran sebenarnya patut dipertanyakan, karena pada Pemilu 2009 Pilpres dapat dijalankan hanya satu putaran. Kalaupun menjadi dua putaran, maka perlu proyeksi siapa yang akan lanjut ke putaran kedua. Hal ini diperlukan agar masyarakat tidak saling melakukan kampanye hitam terhadap pasangan lain. Mereka harus wait and see, sehingga Pemilu 2024 bisa berjalan kondusif.”
Diskusi menghadirkan pembicara M. Qodari (Indo Barometer), Yohan Wahyu (Litbang Kompas) dan Ratno Sulistiyanto (Indopol Survey) dan pengantar diskusi disampaikan Saan Mustofa, Koordinator Bidang Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri/Presidium MN KAHMI. Diskusi bertajuk “Menimbang Capres-Cawapres Putaran 2 Pilpres 2024” digelar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam cq Bidang Kajian Politik & Bidang Kepemiluan, Jum’at 10 November 2023.
“Diskusi terkait Pilpres 2024, menarik siapa yang akan masuk putaran 2 atau satu putaran. Bagi KAHMI tidak ada masalah siapapun yang masuk putaran 2 ataupun yang menang. Siapapun yang terpilih tidak ada masalah buat KAHMI. Yang penting bisa memberikan kemaslahatan kepada KAHMI dan HMI,” ujar Saan Mustofa menjabat Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI periode sekarangi ini.
“Anggota KAHMI ada di setiap calon pasangan presiden. Posisi KAHMI, kita tumbuh dan besar karena perbedaan. Namun inilah hebatnya KAHMI, putaran satu aja belum dimulai kita sudah diskusi putaran kedua,” imbuh Saan.
Diskusi yang digelar di KAHMI Center, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, juga digelar via zoom dan ditayangkan melalui Channel YouTube.
“Orang Pemilu saja belum mulai dan KAHMI sudah membahas putaran kedua,” ujar Qodari.
Qadari kemudian menjelaskan data survei 25-31 Oktober 2023. Menurutnya, kalau bicara pemilu 2024 agak beda dengan Pemilu sebelumnya.
“Jokowi dan Prabowo punya kolam suaranya sendiri. Juga kalau yang mau merakyat ada di Jokowi. Kemudian kalau yang mau tegas ada di Prabowo. Kemudian ada pembelahan, itu cerita pemilu sebelumnya. 2024, ini agak lain, struktur suaranya dibentuk oleh pak Jokowi,” ujarnya.
“Pada dasarnya respon masyarakat Indonesia terhadap Jokowi, secara garis besar ada dua, puas dan tidak puas.
Pak Jokowi sangat berpengaruh pada pemilu 2024 karena tingkat kepuasan masyarakat tinggi,” imbuh Qodari.
Qodari mengatakan, Anies angkanya 20 persen. “Karena apa? Karena tingkat kepuasan pak Jokowi tinggi 80 persen
Yang nggak puas hanya 20 Persen
Karena itu suara pak Anies 20 persen. Jadi itu kolam suara mereka yang tidak puas. Jadi sekarang yang paling tinggi Ganjar dan Prabowo. Mereka berebut suara Jokowi,” ujarnya.
Qodari menjelaskan, survei 25-31 Oktober, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka 34,2 persen. Ganjar Pranowo – Mahfud MD 26,2 persen. Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar 18,3 persen.
“Tapi kedepan ini masih bisa bergerak,” jelas Qodari.
Qodari yang mendapatkan kritikan keras karena survei tersebut dalam diskusi itu, tetap tenang. Sambil membeberkan apa itu survei, sampelnya bagaimana dan sebagainya.
Qodari juga membeberkan, pilpres 2024 ada potensi satu putaran.
“Jangan bilang ini tidak mungkin. Tahun 2009 sudah pernah kejadian,” ujarnya
Lebih lanjut Qodari mengatakan, survei setelah deklarasi, ia menemukan ada 7 lembaga survei yang merilis hasil survei.
Ratno Sulistiyanto dari Indopol Survey mengatakan, pihaknya melakukan survei terakhir pada 12-17 Oktober 2023.
Hasil survei Indopol Survei menyebutkan, “Prabowo Subianto 36,05 persen. Ganjar Pranowo 30,40 persen dan Anies 24,60 persen. Figur Prabowo, trennya naik. Ada endorsement Jokowi. Penentu pergeseran suara, salah satunya Jokowi. Efek Jokowi sangat signifikan,” ujar pria yang akrab disapa Anto.
“Ketika berpasangan, Ganjar – Mahfud 34,03 persen. Prabowo- Gibran 31,29 persen dan Anies- Muhaimin 23,47 persen,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ratno mengatakan, ada 46 persen suara swing voter, bisa berpindah. Ini menjadi rebutan Capres untuk memenangkan pilpres.
“Karena setiap figur Capres dan Cawapres bisa menarik swing voter,” ujarnya.
Sementara itu, Yohan Wahyu dari Litbang Kompas mengatakan saat ini, Kompas belum ada survei terbaru.
“Judul diskusi melompat. Belum tentu juga ada dua putaran. Potensi satu putaran ada. Kita punya pengalaman 2009, walaupun itu petahana. Tapi peluang dua putaran ada. Saya sepakat dengan pak Qodari ada peluang satu putaran. Walaupun dua putaran juga berpotensi,” ujarnya
Sementara itu, Dr. M. Alfan Alfian, Ketua Bidang Kajian Politik MN KAHMI mengatakan, politik itu seni kemungkinan.
“Jadi bisa satu putaran, pak Qodari menjelaskan itu. Apalagi 2009 pernah terjadi. Jokowi efek ini relevan tidak mendongkrak suara Prabowo-Gibran,” ujarnya.
Alfan juga mengatakan, hasil survei hanya untuk membaca pola.
“Tadi mas Yohan bilang survei itu untuk membaca pola. KAHMI membebaskan anggota memilih atau mendukung capres
Di KAHMI ada yang mendukung masing masing calon,” pungkasnya.
Ramdansyah mantan Ketua Panwaslu DKI menutup diskusi dengan pernyataan pamungkas, “Lembaga survei pasti ada dalam setiap Pemilu. Prediksi yang dilakukan dengan menggunakan metode yang sudah benar. Dia tidak berada dalam ruang kosong. Survei bergantung pada keberadaan waktu sehingga tim sukses akan terus bekerja untuk menaikkan suara. Juga, swing voter dari masing-masing pasangan Capres masih tinggi, sehingga masih ada peluang untuk putaran kedua” pungkas pimpinan diskusi Ramdansyah sekaligus menutup acara.


