Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Keluarga, Produk Desa Tembus Pasar Internasional

-

Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Keluarga, Produk Desa Tembus Pasar Internasional

Jakarta – Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi berbasis desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor penggerak kemandirian dan ketahanan keluarga. Program ini ditegaskan bukan sekadar wadah usaha, melainkan instrumen strategis negara untuk membangun fondasi ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih memiliki peran vital dalam memperkuat ketahanan keluarga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Koperasi Kelurahan Merah Putih ditegaskan tidak sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi sebagai instrumen strategis negara dalam memperkuat ketahanan keluarga, memperluas akses pendidikan, serta menghadirkan layanan perlindungan yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurut Arifah, koperasi desa menjadi ruang partisipasi aktif keluarga dalam memanfaatkan peluang ekonomi. Ia mendorong masyarakat untuk mulai dari langkah sederhana, seperti menanam komoditas pangan di pekarangan rumah hingga mengembangkan usaha ternak skala kecil. Dengan pola ini, keluarga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang berkontribusi pada perputaran ekonomi desa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Hasil produksi masyarakat diharapkan dapat diserap oleh koperasi maupun unit usaha yang terintegrasi, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Model integrasi ini diyakini mampu menciptakan rantai nilai yang saling menguatkan, dari produksi hingga pemasaran, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keberhasilan nyata dari model ini terlihat di Koperasi Desa Awunio yang mencetak sejarah dengan mengekspor 50 ton arang batok kelapa ke China. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa koperasi desa mampu naik kelas dan menembus pasar global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menegaskan bahwa ekspor ini menunjukkan kapasitas koperasi desa dalam mengelola sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Ini membuktikan bahwa sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang diminati pasar internasional,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hugua juga menekankan bahwa Koperasi Awunio merupakan koperasi desa kedua di Indonesia yang berhasil melakukan ekspor secara mandiri, serta yang pertama di kawasan Indonesia Timur. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi koperasi desa lainnya untuk menggali potensi lokal dan memperluas pasar hingga mancanegara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Namun demikian, keberlanjutan menjadi kunci utama. Hugua mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi pasokan guna mempertahankan kepercayaan pembeli internasional. Koperasi desa harus mampu memastikan ketersediaan produk secara berkelanjutan agar hubungan bisnis jangka panjang tetap terjaga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sinergi antara pemberdayaan keluarga dan ekspansi pasar global menunjukkan bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar program ekonomi, melainkan gerakan transformasi desa. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, koperasi desa berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang berakar kuat di desa dan berdaya saing di dunia internasional.

Related Stories