Tokoh Agama Serukan Kedamaian, Ajak Masyarakat Hentikan Demo Anarkis dan Jaga Persatuan Bangsa
Jakarta – Sejumlah pihak menyerukan pesan-pesan agar menjaga kondusifitas dan kedamaian serta mengakhiri aksi-aksi unjuk rasa yang bersifat anarkis akibat provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggunjawab.
Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI KH. Ma’ruf Amin mengimbau semua pihak untuk tenang, jangan terprovokasi serta jangan bertindak anarkis.
“Saya juga meminta kepada semua lapisan masyarakat untuk tenang, tidak terprovokasi, dan tersulut emosi agar musibah ini bisa diselesaikan dengan secepat-cepatnya. Tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Ma’ruf Amin dalam video yang diunggah melalui akun Instagram-nya, Jumat (29/80)
Ma’ruf Amin juga mengimbau agar pemerintah segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar aksi unjuk rasa tidak meluas.
“Khususnya dalam mengusut tuntas musibah yang terjadi dan melakukan penegakan keadilan secara transparan apabila terjadi pelanggaran hukum,” ucap dia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga turut mengajak masyarakat agar menghentikan aksi demo, apalagi yang bersifat anarkis hingga menimbulkan kerusakan dan kerusuhan bagi publik.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI Masduki Baidlowi menyebut, demo adalah hak warga negara, tetapi apabila aksi tersebut menyebabkan kerusakan fasilitas, mengganggu ketertiban umum, dan merugikan masyarakat luas, maka sudah sepatutnya kegiatan itu dihentikan.
“Ketika sudah menimbulkan kerusakan, keresahan, dan kesulitan bagi publik, saya kira itu harus dihentikan,” kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI Masduki Baidlowi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar menyampaikan aspirasi dengan baik tanpa adanya anarkisme.
“Pastinya yang melakukan aksi itu merupakan hak bagi seluruh masyarakat. Dan ini kita di negara yang sangat demokratis, demokrasi pastinya menyampaikan aspirasi itu sudah ada aturannya,” ujar Menpora Dito kepada awak media.
Namun, lanjut Menpora, agar tak ada anarkisme yang terjadi, dan tetap menjaga agar suasana tetap kondusif. Terlebih jika para anak muda yang menyampaikan aspirasi yang sedang diperjuangkan kepada pemerintah.
Disisi lain, merespons aksi demonstrasi akibat kecelakaan driver ojol, Ayah dari mendiang Affan Kurniawan, Zulkifli, mengimbau seluruh masyarakat untuk tenang dan tidak bertindak anarkis.
“Jangan sampai kita berbuat anarkis,” tutur Zulkifli di Jakarta, Jumat (29/80.
Zulkifli pun menyerahkan semua proses hukum kepada aparat terkait.
“Untuk jalur hukum saya percayakan kepada aparat, biar merekalah yang menentukan karena itu lah tugas mereka,” kata Zulkifli.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat bertemu dengan keluarga Affan Kurniawan, telah menjamin akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Sementara itu, pada Jumat malam (29/8), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi kediaman keluarga mendiang Affan Kurniawan. Presiden menyampaikan ucapan duka cita yang sangat mendalam dan menjamin kehidupan keluarganya, serta memberikan perhatian khusus kepada baik orang tuanya, adik-adik, dan kakak-kakaknya.
Prabowo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan provokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan di Tanah Air.
“Bangsa kita sedang berbenah diri, sedang mengumpulkan semua tenaga, kekuatan, dan kekayaan untuk bangkit membangun negara yang kuat, sejahtera, serta berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan,” katanya.
Prabowo menekankan aspirasi masyarakat tetap sah untuk disampaikan, tetapi harus dilakukan dengan tertib dan damai. [RWA]