Tingkatkan Pendidikan, Pemerintah Revitalisasi Lebih dari 71 Ribu Sekolah di Daerah
*Surabaya* – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya akan merevitalisasi 71.744 sekolah didaerah hingga tahun 2027. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Revitalisasi dilakukan dengan kucuran dana dari pemerintah dan menggunakan mekanisme swakelola masing-masing sekolah, seperti yang diterapkan pada tahun sebelumnya.
“Anggaran akan di alokasikan oleh Kemendikdasmen dan mekanismenya tetap sama dengan tahun lalu, jadi swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat berada di Surabaya.
Abdul Mu’ti mengatakan jumlah sasaran revitalisasi sekolah masih berpotensi bertambah. Pihaknya telah menghitung potensi penambahan sekitar enam ribu satuan pendidikan.
Dia menjelaskan penentuan sekolah penerima revitalisasi tetap mengacu pada tiga prioritas, yakni sekolah terdampak bencana, mengalami kerusakan berat, dan berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap revitalisasi sekolah di Jawa Timur.
Menurut dia, rincian sasaran revitalisasi di Jawa Timur terdiri atas 324 sekolah menengah atas (SMA), 208 sekolah menengah kejuruan (SMK), dan 141 sekolah luar biasa (SLB).
“Sesuai dengan data yang kami kirim berdasarkan data Dapodik ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, alhamdulillah SMA tahun ini mendapat 324, SMK sekitar 208, dan SLB 141,” kata Aries.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto mengatakan Kemendikdasmen telah menggelontorkan anggaran Rp513,6 miliar untuk program revitalisasi 732 satuan pendidikan di Sulawesi Tengah pada 2026 sebagai upaya memperbaiki sarana dan prasarana sekolah. Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding penyaluran tahun sebelumnya.
“Peningkatannya luar biasa ya tiga kali lipat dari tahun lalu, ini capai Rp513,6 miliar yang kita berikan (dana) bantuan ke seluruh sekolah di Sulawesi Tengah. Termasuk tinggi lah,” kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto di Palu.
Menurutnya, revitalisasi satuan pendidikan tidak semata-mata diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga untuk memastikan peserta didik memperoleh fasilitas pendidikan yang memenuhi standar kelayakan dan keselamatan.
“Revitalisasi bukan hanya soal bangunan, tetapi memastikan kondisi prasarana satuan pendidikan yang tertata, nyaman, dan layak untuk mendukung pembelajaran,” tutur dia.
Ia mengatakan pemerintah menargetkan seluruh proses revitalisasi sekolah khususnya di daerah ini dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2028, dengan prioritas diberikan kepada satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat dan berpotensi mengancam keselamatan peserta didik.
“Yang terkena bencana mau banjir, mau kebakaran, mau puting beliung, gempa, silahkan diusulkan supaya kita selesaikan di tahun yang sama. Kemudian daerah 3T kepulauan juga prioritas seperti Banggai Kepulauan itu yang terpencil-terpencil itu juga harus prioritas dan juga yang sekolah rusak berat,” tutupnya.