Situasi Nasional Aman, Publik Diimbau Jaga Persatuan Jelang HUT Ke-81 RI
JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pihak mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan serta menyikapi informasi yang beredar di ruang digital secara bijak.
Ajakan tersebut disampaikan seiring berbagai rangkaian kegiatan kebangsaan yang digelar menjelang peringatan hari kemerdekaan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengatakan situasi keamanan di seluruh wilayah Indonesia saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, serta dukungan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional.
Meski demikian, Djamari mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial dan berpotensi memicu perpecahan.
“Masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh hoaks, disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian yang beredar di media sosial. Mari kita bersama-sama menjaga ketenangan dan kondusivitas bangsa, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI,” ujar Djamari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8).
Pesan mengenai pentingnya menjaga persatuan juga disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat melakukan ziarah ke makam Proklamator Ir. Soekarno di Blitar sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 RI.
Menurut Muzani, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mengingat kembali nilai-nilai persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa.
“Rumah besar Indonesia adalah rumah kita semua. Meski berbeda pandangan, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan politik, kita tetap satu keluarga besar bangsa Indonesia,” kata Muzani.
Ia menambahkan, perjalanan bangsa selama lebih dari delapan dekade menunjukkan bahwa persatuan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan sehingga semangat gotong royong dan saling menghormati perlu terus dipelihara.
Semangat kebersamaan juga tercermin dalam pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas) yang dihadiri para pemuka agama dari berbagai keyakinan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk mendoakan bangsa sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan doa kebangsaan menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan bangsa sekaligus harapan agar Indonesia terus berkembang di masa mendatang.
“Saya kira memang sangat tepat kita melakukan doa dan syukur kebangsaan agar apa yang telah kita capai dapat dipertahankan, bahkan terus berkembang,” ujar Nasaruddin.
Rangkaian kegiatan menjelang HUT ke-81 RI memperlihatkan bahwa pesan mengenai persatuan, toleransi, dan kehati-hatian dalam menyikapi informasi menjadi perhatian berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, lembaga negara, hingga tokoh agama.
Sejumlah agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyambut Hari Kemerdekaan dengan suasana yang aman, tertib, dan kondusif.


