Wisuda ke-27 Universitas Darunnaajah, Teguhkan Pendidikan Tinggi Berbasis Pesantren dari Tradisi Gontor

Universitas Darunnajah (UDN) menyelenggarakan Wisuda ke-27 pada Sabtu, 26 September 2026, dengan mewisuda 213 mahasiswa dari berbagai program studi. Wisuda tahun ini menandai perjalanan UDN dalam memperkuat pendidikan tinggi berbasis pesantren yang mengintegrasikan capaian akademik dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai kepesantrenan.

Karakter pendidikan UDN memiliki keterkaitan dengan tradisi pendidikan pesantren yang dibawa para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dalam membangun Darunnajah. Tradisi tersebut kemudian berkembang dalam lingkungan pendidikan Darunnajah dan menjadi salah satu bagian dari karakter pendidikan yang diterapkan hingga jenjang perguruan tinggi.

Hubungan tersebut juga tercermin dalam pandangan Rektor Universitas Darunnajah, Assoc. Prof. Dr. Much Hasan Darojat, yang menyampaikan, “Universitas Darunnajah merupakan bagian dari UNIDA Gontor (nahnu min abnai Gontor).” Pernyataan tersebut menegaskan adanya keterkaitan historis dan keilmuan antara Darunnajah dengan tradisi pendidikan Gontor yang terus berkembang dalam konteks pendidikan tinggi.

Dalam perkembangannya, UDN dan Universitas Darussalam Gontor memiliki sejumlah kesamaan karakter sebagai perguruan tinggi yang membawa nilai pesantren dalam pendidikan tinggi. Keduanya tidak hanya menempatkan kemampuan akademik sebagai tujuan pendidikan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembentukan moral, mental, karakter, dan kesiapan mahasiswa untuk berkontribusi di masyarakat.

Nilai-nilai seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, pengabdian, dan akhlak menjadi bagian penting dalam pendidikan berbasis pesantren. Nilai tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa agar kemampuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan dapat diterapkan dalam kehidupan profesional dan sosial.

Penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris juga menjadi bagian dari tradisi pendidikan pesantren modern yang dikembangkan dalam lingkungan pendidikan UDN dan Gontor. Penguasaan kedua bahasa tersebut memberikan mahasiswa bekal untuk mengakses literatur, berkomunikasi, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan global.

Pendidikan berbasis pesantren juga diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan bidang keilmuan. Mahasiswa diharapkan memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, keterampilan sosial, kepemimpinan, serta kemampuan lain yang mendukung kiprah mereka setelah menyelesaikan pendidikan.

Momentum Wisuda ke-27 dengan 213 lulusan menjadi salah satu gambaran dari proses pendidikan tersebut. Para wisudawan selanjutnya akan memasuki dunia profesional, melanjutkan pendidikan, maupun terjun ke masyarakat dengan membawa kompetensi akademik dan nilai yang diperoleh selama berada di lingkungan UDN.

Melalui pendidikan yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan nilai pesantren, UDN terus mengembangkan model pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan global. Wisuda ke-27 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan berbasis pesantren tidak hanya berorientasi pada lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga generasi yang berakhlak, disiplin, mampu beradaptasi, dan siap memberikan kontribusi di tengah masyarakat.